
ya ya ya....
bertemu lagi dengan ikyners... hehehe :-P
sehubungan dengan padatnya jadwal, ikyners agak vakum di dunia blogger...
kini saya kembali hadir dengan posting ringan seputar BISULLLL
kwakwakwakwawkwakawkawkwak....
Baiklah, ini dia tentang Bisul
Bisul bahasa Latinnya abscessus adalah sekumpulan nanah (neutrofil mati) yang telah terakumulasi di rongga di jaringan setelah terinfeksi sesuatu (umumnya karena bakteri atau parasit) atau barang asing (seperti luka tembakan/tikaman). Bisul adalah reaksi ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebar nya barang asing di tubuh.
Organisme atau barang asing membunuh sel sekitarnya, mengakibatkan keluarnya toksin. Toksin tersebut menyebabkan radang, sel darah putih mengalir menuju tempat tersebut dan kemudian meningkatkan aliran darah di tempat tersebut.
Struktur terakhir bisul adalah dinding bisul yang terbentuk oleh sel sehat untuk mencegah barang asing tersebut masuk ke dalam tubuh dan mencegah terkena nya sel lain. Namun, enkapsulasi ini berfungsi untuk mencegah sel imun untuk menyerang bakteri atau barang asing di bisul.
yah, demikian kiranya Posting ringan dari ikyners,. Semoga bermanfaat..
Terima Kasih. ^_^
Selasa, 2009 Mei 19
Bisul
Sabtu, 2009 April 04
Demam Dengue : Suhu Tinggi Mendadak
Apakah anda merasakan lelah disertai nyeri kepala??
Rasa nyeri di bagian tulang belakang bin Punggung???
Dan yang paling utama SUHU TUBUH ANDA MENDADAK TINGGI???
Berhati-hatilah anda…
Jangan-jangan itu Gejala dari DEMAM DENGUE
Halow halow…
Bertemu lagi dengan ikyners
Hua..hua..hua…
Baiklah, setelah sekian lama gak posting yang bener… (hehehhe..jujur ya, beberapa posting sebelum posting ini gw posting untuk melengkapi tugas gw…
xixxixxixi…..
lumayanlah, ngenalin Blog gw ke Dosen… kwakwakwakwakwka…
baiklah cukup kiranya basa-basi temu kangennya….
Mari kita Melangkah pada Topik kali ini
Seperti dijelaskan di atas, kata “Demam Dengue” agak asing di mata kita.. kalo “Demam Berdarah Dengue” pasti tidak asing lagi…
Ya, “Demam Dengue” merupakan awal dari “Demam Berdarah Dengue” yang kemudian dari dari “Demam Berdarah Dengue” berlanjut menjadi dari “Dengue Shock Sindrom”.
Hua hua hua…. Ini ne yang disebut Demam berdarah yang fase akhir alias menjelang KOit… kwakwakwakwakwakwkak Menakutkan.. (T_T)
Ya, apabila anda mengalami bin merasakan Gejala dari “Demam Dengue” yang antara lain : nyeri kepala, nyeri tulang belakang, dan yang utama adalah SUHU TINGGI MENDADAK , kadang mengigil dan nyeri otot sendi, gw saranin untuk segera periksa ke Dokter, Mantri atu segera ke Rumah sakit terdekat untuk memeriksakan diri anda.. kalo gak ada rumah sakit ya monggo ke puskesmas terdekat.. pokoknya yang bias memeriksa gejala yang anda rasakan..
Ingat.. SEGERA…!!!
Karena jika tidak segera ditangani dapat menjadi Demam Berdarah Dengue.. nah lo. Mau???
Karena bias saja Pagi menderita Demam Dengue, malemnya udah jadi Demam Berdarh Dengue… huhhuhu
Pertolongan pertama jika anda mengalami Demam Dengue seprti di atas adalah minum yang banyak kemudian segera menuju ke tenaga kesehatan setempat untuk memeriksakan diri anda…
Yah, karena kasus Demam Bedarah Dengue sedang mewabah, gak ada salahnya gw posting artikel ini untuk pemberitahuan ato apalah…. Hua hua hua…
Yah kiranya cukup posting gw kali ini, moga bermanfaat ya???
Kamis, 2009 April 02
Pertolongan Pertama Pada Cedera Mata
PERTOLONGAN PADA CEDERA MATA
Cedera pada mata terutama pada anak perlu ditangani selekasnya. Selain kemasukan benda asing yang sudah bisa dikeluarkan, segeralah bawa korban ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat selekas mungkin, begitu selesai malakukan pertolongan pertama.
Luka pada mata aatau kelopak mata
Tutup mata yang terkena dengan kain bersih dan ikat longgar dengan perban. Jangan ditekan. Tutup juga mata yang sebelah. Lalu cari pertolongan medis.
Terpukul di daerah mata
Lakukan langkah pertolongan pertama seperti di atas, tetapi gunakan kompres dinginj untuk menutup mata yang terkena.
Mata terkena bahan kimia
Bila mata seorang terpercik bahan kimia (misalnya larutan pemutih pakaian), segera alirkan air banyak-banyak ke mata yang terkena. Miringkan kepala dengan bagian mata yang terkena disebelah bawah, dan buka kelopak mata dengan jari. Setelah semua bekas bahan kimia sudah terhapus, tutup kedua mata dengan pembalut bersih dan carilah bantuan medis.
Benda asing masuk ke mata
Jangan berusaha mengeluarkan hal-hal berikut dari mata:
* benda yang tertancap dimata
* butiran logam
* benda dibagian mata yang berwarna
Pada keadaan seperti diatas, tutup kedua mata sesuai tertulis sebelumnya, dan carilah bantuan medis.
Benda asing lainnya, misalnya butir kotoran atau bulu mata, yang terselip dibalik kelopak atau dibagian putih mata, bisa dihilangkan sebagai berikut:
1. Bila bendanya terlihat di putih mata atau dibalik kelopak mata bagian bawah, ambillah itu dengan menggunakan ujung sapu tangan yang lembab dan bersih.
2. Bila bendanya tak terlihat, tarik kelopak bagian atas ke bawah sampai menutupi kelopak bagian bawah dan tahanlah sejenak, untuk merubah posisi benda tersebut.
3. Jika bendanya masih tetap ada, mungkin dibalik kelopak atas. Mintalah penderita melihat ke bawah. Tahan bulu mata di kelopak mata atas dan tarik ke bawah.
4. Tempaykan sebetang korek api, tusuk gigi atau sebatang kapas telinga di atas kelopak mata atas dan balikkan kelopak itu di atasnya.
5. Bila benda itu sudah bisa terlihat, ambillah dengan hati-hati seperti pada langkah pertama.
Jika Anda belum berhasil juga, balutlah mata yang cedera dengan hati-hati dan carilah pertolongan medis.
Jumat, 2009 Maret 27
Perdarahan Hidung
Perdarahan Hidung (Epistaksis, Mimisan) adalah pardarahan yang berasal dari hidung.
PENYEBAB
Penyebab epistaksis:
1. Infeksi lokal
- Vestibulitis
- Sinusitis
2. Selaput lendir yang kering pada hidung yang mengalami cedera
- Trauma, misalnya mengorek hidung, terjatuh, terpukul, adanya benda asing di hidung, trauma pembedahan atau iritasi oleh gas yang merangsang
- Patah tulang hidung
3. Penyakit kardiovaskuler
- Penyempitan arteri (arteriosklerosis)
- Tekanan darah tinggi
4. Infeksi sistemik
- Demam berdarah
- Influenza
- Morbili
- Demam tifoid
5. Kelainan darah
- Anemia aplastik
- Leukemia
- Trombositopenia
- Hemofilia)
- Telangiektasi hemoragik herediter
6. Tumor pada hidung, sinus atau nasofaring, baik jinak maupun ganas
7. Gangguan endokrin, seperti pada kehamilan, menars dan menopause
8. Pengaruh lingkungan, misalnya perubahan tekanan atmosfir mendadak (seperti pada penerbang dan penyelam/penyakit Caisson) atau lingkungan yang udaranya sangat dingin
9. Benda asing dan rinolit, dapat menyebabkan mimisan ringan disertai ingus berbau busuk
10. Idiopatik, biasanya merupakan mimisan yang ringan dan berulang pada anak dan remaja.
GEJALA
Epistaksis dibagi menjadi 2 kelompok:
# Epistaksis anterior : perdarahan berasal dari septum (pemisah lubang hidung kiri dan kanan) bagian depan, yaitu dari pleksus Kiesselbach atau arteri etmoidalis anterior.
Biasanya perdarahan tidak begitu hebat dan bila pasien duduk, darah akan keluar dari salah satu lubang hidung. Seringkali dapat berhenti spontan dan mudah diatasi.
# Epistaksis posterior : perdarahan berasal dari bagian hidung yang paling dalam, yaitu dari arteri sfenopalatina dan arteri etmoidalis posterior.
Epistaksis posterior sering terjadi pada usia lanjut, penderita hipertensi, arteriosklerosis atau penyakit kardiovaskular. Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti spontan.
Darah mengalir ke belakang, yaitu ke mulut dan tenggorokan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan lainnya yang dilakukan untuk memperkuat diagnosis epistaksis:
- Pemeriksaan darah tepi lengkap
- Fungsi hemostatis
- Tes fungsi hati dan ginjal
- Pemeriksaan foto hidung, sinus paranasal dan nasofaring
PENGOBATAN
Epistaksis anterior
# Penderita sebaiknya duduk tegak agar tekanan vaskular berkurang dan mudah membatukkan darah dari tenggorokan
# Epistaksis anterior yang ringan biasanya bisa dihentikan dengan cara menekan cuping hidung selama 5-10 menit
# Jika tindakan diatas tidak mampu menghentikan perdarahan, maka dipasang tampon anterior yang telah dibasahi dengan adrenalin dan lidocain atau pantocain untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi rasa nyeri
# Setelah perdarahan berhenti, dilakukan penyumbatan sumber perdarahan dengan menyemprotkan larutan perak nitrat 20-30% (atau asam trichloracetat 10%) atau dengan elektrokauter
# Bila dengan cara tersebut perdarahan masih terus berlangsung, maka diperlukan pemasangan tampon anterior yang telah diberi vaselin atau salep antibiotika agar tidak melekat sehingga tidak terjadi perdarahan ulang pada saat tampon dilepaskan. Tampon anterior dimasukkan melalui lubang hidung depan, dipasang secara berlapis mulai dari dasar sampai puncak rongga hidung dan harus menekan sumber perdarahan. Tampon dipasang selama 1-2 hari.
# Jika tidak ada penyakit yang mendasarinya, penderita tidak perlu dirawat dan diminta lebih banyak duduk serta mengangkat kepalanya sedikit pada malam hari. Penderita lanjut usia harus dirawat.
Epistaksis posterior
Pada epistaksis posterior, sebagian besar darah masuk ke dalam mulut sehingga pemasangan tampon anterior tidak dapat menghentikan perdarahan.
Perdarahan posterior lebih sukar diatasi karena perdarahan biasanya hebat dan sulit melihat bagian belakang dari rongga hidung.
Dilakukan pemasangan tampon posterior (tampon Bellocq), yaitu tampon yang mempunyai tiga helai benang, 1 helai di setiap ujungnya dan 1helai di tengah. Tampon dipasang selama 2-3 hari disertai dengan pemberian antibiotik per-oral untuk mencegah infeksi pada sinus ataupun telinga tengah.
Pada epistaksis yang berat dan berulang, yang tak dapat diatasi dengan pemasangan tampon, perlu dilakukan pengikatan arteri etmoidalis anterior dan posterior atau arteri maksilaris interna.
Epistaksis akibat patah tulang atau septum hidung biasanya berlangsung singkat dan berhenti secara spontan, kadang-kadang timbul kembali beberapa jam atau beberapa hari kemudian setelah pembengkakan berkurang.
Jika hal ini terjadi mungkin perlu dilakukan pembedahan terhadap patah tulang atau pengikatan arteri.
Pada penderita telangiektasi hemoragik herediter (kelainan bentuk pembuluh darah), epistaksis yang hebat bisa menyebabkan anemia berat yang tidak mudah dikoreksi dengan pemberian zat besi tambahan.
Untuk mengatasi anemia, dilakukan pencangkokan kulit ke dalam septum hidung.
CEDERA MATA
Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera.
Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat.
Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat.
Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.
LUKA TUMPUL
Suatu benturan tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga kemungkinan merusak struktur pada permukaan (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan lensa) dan struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan).
Benturan tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.
Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio), biasanya disebut mata hitam.
Jika suatu pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.
Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan pada permukaan mata.
Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata.
Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma.
Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa mengalami pergeseran.
Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam.
Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.
Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam.
Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul.
Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan.
Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.
Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi.
Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut.
Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.
Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring.
Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya asetazolamid).
Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat.
Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan meingkatnya perdarahan di dalam mata.
BENDA ASING
Cedera mata yang paling sering mengenai sklera, kornea dan konjungtiva disebabkan oleh benda asing.
Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius (misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada kornea).
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak.
Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata.
Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon.
Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata.
Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata.
Penglihatan bisa menjadi kabur.
Benda asing di mata harus dikeluarkan.
Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat adanya goresan pada permukaan mata, bisa diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warna fluoresensi. Kemudian diberikan tetes mata yang mengandung obat bius untuk mematikan rasa di permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus, benda tersebut bisa dibuang oleh dokter.
Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, diberikan salep antibiotik selama beberapa hari.
Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu dimasukkan antibiotik dan mata ditutup dengan plester.
Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.
Jika benda asing telah menembus ke lapisan mata yang lebih dalam, segera hubungi dokter spesialis mata.
LUKA BAKAR
Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar.
Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata.
Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada dalamnya luka bakar.
Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam mata.
Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata.
Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.
Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.
Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran air.
Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat pereda nyeri per-oral (melalui mulut).
Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh spesialis mata guna mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris, perforasi mata dan kelainan bentuk kelopak mata).
Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.



