Selasa, 03 November 2009

Sebaik Apakah Susu bagi Tubuh?


“Ayo dihabiskan susunya”, wejangan ini adalah nasihat paling sering yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sebagian besar dari kita menelan bulat-bulat saran itu karena menyakini manfaatnya.

Seiring berjalannya waktu dengan jumlah penelitian yang dilakukan, kita juga mengetahui bahwa susu sapi memang kaya akan kalsium dan vitamin D. Inilah yang kemudian diklaim sebagai nutrisi yang diperlukan tubuh. Namun, dengan jumlah penelitian mengenai susu yang terus meningkat, ternyata banyak peneliti yang tidak mengamini klaim tersebut secara utuh.

Sebab, ternyata mengonsumsi susu dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan risiko kesehatan baru. Salah satu yang paling mudah dilihat sebagai alasan para peneliti menyimpulkan hal tersebut adalah pola ternak sapi yang berubah untuk tujuan komersial.

Secara umum, susu sapi terdiri atas air, lemak, protein, laktosa, mineral, vitamin, dan enzim-enzim. Komposisi ini akan berubah ketika pola konsumsi sapi berubah yang kemudian memengaruhi siklus pemerahan susu dan susu yang dihasilkan. Atas nama memperoleh untung besar, tidak sedikit produsen susu yang menyederhanakan proses tersebut. Alhasil, komponen susu pun berubah secara keseluruhan.

Belum lagi ketika sapi-sapi diberi hormon tambahan agar produksi susunya lebih banyak, ini akan menambah panjang daftar struktur susu yang berubah drastis. Apa ini artinya kita harus beralih ke susu organik?

Dua ahli biologi molekular University of California, Jean Lee dan Randy Wei, menyarankan agar kita mengonsumsi susu organik. Sebab, mulai dari makanan dan proses pemerahan susu dibiarkan berlangsung secara alami. Selain memilih susu organik, keduanya juga menyarankan agar tidak mengonsumsi susu secara berlebihan. Takaran yang disarankan adalah dua gelas sehari. Susu tidak akan bekerja maksimal jika kita tidak mengimbanginya dengan makanan sehat lainnya.

Sumber : kompas.com

10 Makanan Terbaik untuk Rambut


rambut dengan shampoo dan conditioner saja mungkin belum cukup bagi Anda untuk mendapatkan mahkota kepala yang benar-benar sehat dan indah.

Jika Anda benar-benar ingin memperoleh rambut yang segar, sehat dan tampak berkilau, Anda patut memperhitungkan asupan gizi yang Anda peroleh. Artinya jangan terlalu terpaku dengan perawatan luar, namun mulailah dengan perawatan dari dalam melalui makanan bergizi.

Menurut salah seorang ahli diet asal Chicago, Dawn Jackson Blatner, RD, rambut Anda tumbuh 1/4 hingga 1/2 inci setiap bulannya. Untuk tumbuh normal, bahan dasar seluruh rambut baru, kulit, dan kuku adalah nutrisi yang kita makan.

¨Jika kita makan makanan sehat, sel-sel tubuh Anda akan tumbuh lebih kuat dan sehat, baik di dalam maupun di luar,¨ ungkap Blatner.

Para ahli rambut juga mengatakan, jika Anda terlahir dengan rambut tipis tapi normal, Anda takkan pernah memperoleh rambut yang tebal, meski Anda sudah berupaya memakan apapun. Tetapi dengan diet yang seimbang dan banyak mengandung protein perangsang pertumbuhan dan juga zat besi, mungkin perbedaan akan Anda dapatkan.

Para ahli juga berpesan agar konsumen mewaspadai penggunaan suplemen yang kerap dijual di pasaran untuk menebalkan atau menumbuhkan rambut.

¨Kalaupun Anda bisa menemukan suplemen yang baik di banyak toko, cobalah untuk selalu mendapatkan nutrisi yang Anda butuhkan dari makanan-makanan alami di mana pun yang Anda peroleh,¨ ungkap Paradi Mirmarani, MD, ahli kulit di Allejo California seperti dikutip WebMD.

Berikut adalah 10 makanan yang berkhasiat dan dapat dijadikan sebagai fondasi yang kuat bagi kesehatan rambut Anda :

1. Salmon
Jenis makanan yang satu ini kaya akan asam lemak omega 3, yang juga merupakan sumber protein dengan kualitas tinggi, selain juga mengandung vitamin B12 dan zat besi. Asam lemak essensial omega 3 dibutuhkan untuk memperkuat kulit kepala. Kekurangan zat ini menyebabkan kulit kepala kering dan rambut mudah rontok.

2. Sayuran Hijau Tua
Bayam, brokoli dan Swiss chard adalah sumber penting vitamin A dan C. Tubuh Anda membutuhknny guna memproduksi sebum, sejenis minyak yang dihasilkan folikl rambut Anda yang juga merupakan conditioner alami bagi rambut Anda.

3. Kacang-kacangan
Mengonsumsi kacang merah, kacang polong atau pun kacang lentil ternyata penting artinya bagi kesehatan rambut. Kacang tak hanya menyediakan protein yang merangsang pertumbuhan rambut namun juga kaya akan zat besi, seng, dan biotin. Untuk mendapatkan manfaat nyata, ahli diet Amerika merekomendasikan tiga cangkir lebih kacang lentil setiap minggu.

4. Kacang tanah
Kacang tanah Brazil adalah salah satu sumber alami terbaik selenium, sejenis mineral yang penting untuk kesehatan kulit rambut. Walnut mengandung asam linolenic alfa, omega 3 yang dapat memperbaiki kondisi rambut. Makanan seperti almond, kacang cashew dan pecans juga merupakan sumber penting seng.

5. Daging unggas
Daging ayam dan kalkun ternyata memiliki protein yang berkualitas tinggi yang dapat membuat rambut Anda menjadi lebih sehat. Daging unggas juga mengandung zat besidengn kadar bioavailabiltas yang tinggi, yang berarti tubuh akan dengan mudah menyerap manfaatnya.

6. Telur
Telur adalah salah satu sumber protein terbaik yang bisa Anda temukan. Telur juga mengandung biotin dan vitamin B12 yang sangat penting sebagai nutrisi kecantikan.

7. Gandum berserat tinggi
Biasakan Anda memakan produk gandum yang menyehatkan termasuk roti atau sereal karena makanan ini banyak mengandung sseng, zat besi dan vitamin B.

8. Tiram
Tiram mungkin lebih dikenal reputsinya sebagai aphrodisiak, namun mereka juga ternyata dikenal bermanfaat bagi kesehatan rambut. Kunci pentingnya adalah zat mineral seng yang berfungsi sebagai antioksidan kuat.

9. Produk susu rendah kadar lemak.
Produk-produk susu berkadar lemak rendah seperti susu kim atau yoghurt adalah sumber penting kalsium, salah satu mineral yang berguna bagi rambut. Makanan ini juga mengandung kasein dan whey, dua protein berkualitas tinggi.

10. Wortel
Jenis sayuran ini kaya akan vitamin A, yang dapat membantu memperbaiki kesehatan kulit kepala bersama dengan penglihatan. Sejak sehatnya kulit kepala merupakan faktor penting bagi rambut yang berkilau, ada baiknya Anda untuk selalu menambahkan wortel dalam menu diet Anda atau sebagai tambahan dalam hidangan salad.

Sumber : WebMD

5 Keunggulan Telur


Banyak orang memilih untuk menghindari telur karena alasan kesehatan. Berikut adalah alasan mengapa telur mampu membuat tubuh lebih sehat, lebih kuat, tubuh lebih langsing, dan otak lebih tajam.

1. Membantu meningkatkan performa
Telur merupakan makanan yang memiliki indeks kepuasan tertinggi atau membuat perut lebih lama merasakan kenyang. Satu butir telur berukuran besar mengandung 6 gram protein berkualitas dan berbagai jenis nutrien, kecuali vitamin C. Itu sebabnya, kombinasi antara telur, buah, serta gandum utuh merupakan makanan yang tepat untuk menghadapi "persaingan" di siang hari.

2. Membantu mengatasi kekurangan zat besi
Orang yang mengalami defisiensi zat besi skala ringan seringkali merasa mudah lelah, sakit kepala, serta mudah marah. Zat besi merupakan pembawa oksigen dalam sirkulasi darah dan memegang peran penting dalam daya tahan tubuh, metabolisme energi, dan fungsi penting lainnya. Zat besi yang terdapat dalam kuning telur merupakan zat besi yang siap diserap dan digunakan dibanding dengan zat besi yang terdapat dalam suplemen.

3. Memenuhi kebutuhan nutrien
Sebuah studi antara konsumsi telur dan makanan non telur mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi diet tanpa telur akan kekurangan vitamin A, E, dan B12. Dari sebutir telur kita akan mendapatkan 10-20 persen folat dan 20-30 persen vitamin A, E, dan B12.

4. Telur tak meningkatkan kolesterol
Pada tahun 1990-an telur mendapat reputasi yang buruk karena kandungan kolesterol dalam kuning telur mencapai 210 mg. Belakangan, berbagai penelitian dengan jelas membuktikan bahwa tidak ada kaitan antara konsumsi telur dengan penyakit jantung koroner. Yang membuat kolesterol naik bukanlah telur, tetapi makanan yang tinggi lemak, terutama lemak jenuh dan trans fat. Telur adalah sumber protein yang murah dan mudah dicerna.

5. Membantu mengurangi berat badan
Beberapa penelitian menunjukkan, sarapan dengan telur akan membuat perut terasa lebih kenyang. Hal ini akan membuat orang yang kegemukan tidak mudah merasa lapar sehingga membantu mengurangi program penurunan berat badan. Keunggulan lain dari telur adalah mudah diolah menjadi berbagai jenis sajian.

Sumber : health24

Makanan Olahan Tingkatkan Risiko Depresi



Pola makan yang tinggi mengonsumsi makanan olahan meningkatkan risiko depresi. Sebaliknya, diet dengan banyak sayuran, buah, dan ikan mempunyai risiko depresi jauh lebih kecil.

Demikian hasil penelitian University College London. Data mengenai pola makan itu diperoleh dari 3.500 pegawai negeri paruh baya yang kemudian dibandingkan dengan tanda-tanda depresi lima tahun kemudian.

Penelitian itu dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatri. Para peneliti membagi partisipan ke dalam dua tipe diet, yakni mereka yang menggunakan pola diet berbasis makanan beragam dengan banyak buah-buahan, sayuran, dan ikan.

Kelompok lainnya ialah orang yang utamanya mengonsumsi makanan seperti camilan manis, makanan yang digoreng, daging olahan, refines grains, dan produk susu berlemak tinggi.

Setelah memperhitungkan faktor jender, umur, pendidikan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan penyakit kronik, mereka menemukan perbedaan signifikan terkait risiko depresi di masa depan di antara kedua diet berbeda itu.

Mereka dengan pola makan berbasis beragam makanan berisiko lebih rendah 26 persen menderita depresi di masa depan. Sebaliknya, orang dengan pola makan tinggi makanan olahan punya risiko 58 persen lebih tinggi terhadap depresi.

Salah satu peneliti, Dr Archana Singh-Manoux, mengungkapkan, lewat penelitian itu mereka ingin melihat dari sudut pandang berbeda hubungan antara pola makan dan kesehatan mental. Masih belum jelas benar mengapa sejumlah makanan dapat mencegah atau sebaliknya meningkatkan risiko depresi. Diduga hal itu terkait dengan peradangan tubuh dan penyakit jantung.
Sumber : Kompas Cetak

Rabu, 28 Oktober 2009

Penyebab Sakit Ginjal


Suka makan jengkol bisa membuat masalah pada ginjal. Konsumsi obat pelangsing, obat pereda nyeri, steroid, atau antibiotika tanpa pengawasan dokter juga memberi efek yang sama. Bahkan, pemakaian cat rambut atau pemutih juga bisa berdampak pada organ ginjal Anda.

Ada sejumlah perilaku atau kebiasaan keliru yang berimbas pada kesehatan ginjal. Banyak hal yang dilakoni, tanpa disadari, telah membuat ginjal merana. Bagaimana semua itu bisa merusak ginjal?

Karena jengkol

Jangan anggap remeh makanan yang sering dijadikan lalap, semur, atau rendang itu. Menurut Prof. Rully MA Roesli, Sp.PD-KGH, ada orang yang harus cuci darah gara-gara makan jengkol.

"Jengkol mengandung kristal atau jengkolic acid. Asam jengkol ini yang jadi kristal dan kemudian menyumbat saluran kencing," kata konsultan ginjal hipertensi dari klinik spesialis penyakit dalam dan saraf Perisai Husada, Bandung ini.

Saluran kencing yang tertutup membuat sampah atau racun tidak dibuang. Akibatnya bisa timbul infeksi saluran kemih.

Bila tidak ditangani, kondisi demikian akan merambat ke organ ginjal. Karena itu, seperti dituturkan Prof. Rully, ada yang hanya beberapa kali mengonsumsi jengkol, malah gagal ginjal.

"Gagal ginjalnya sih masih akut. Masalahnya pada gagal ginjal akut ini diperlukan cuci darah, walaupun tidak terus-terusan. Kalau gagal ginjal akutnya sudah tertangani, tidak memerlukan cuci darah lagi," ungkap guru besar kedokteran dari Universitas Padjadjaran, Bandung ini.

Waspada obat pelangsing

Tindakan mengonsumsi obat pelangsing demi menurunkan berat badan juga perlu diwaspadai. Menurut Prof. Dr. Walujo Soerjodibroto, Ph.D, konsumsi obat pelangsing yang tidak benar turut menyumbang kejadian gagal ginjal. Pasalnya, banyak obat atau cara-cara pelangsingan keliru yang membuat pasien mengalami pengurangan dalam jumlah besar cairan di dalam tubuh.

Di samping itu, seringkali terjadi pasien menaikkan sendiri dosis, dengan asumsi bahwa semakin tinggi dosisnya, akan semakin cepat menjadi langsing. Berat badan boleh jadi turun akibat diare atau dehidrasi karena kencing berlebihan, tetapi fungsi ginjal menjadi terganggu.

"Obat pelangsing yang bersifat diuretik ikut mendorong kerusakan ginjal. Diuretik membuat cairan tubuh dikuras terus. Kalau sampai dehidrasi, ya bisa sakit ginjal," ujar Prof. Rully.

Hati-hati obat amfetamin

Ada pula obat-obatan seperti amfetamin yang bisa memberi pengaruh buruk pada ginjal. Obat jenis ini membuat orang sulit tidur. Akibatnya pembakaran energi berjalan terus. Amfetamin itu dapat menyempitkan pembuluh darah.

"Darah yang bergerak ke ginjal akan berkurang. Pada akhirnya ginjai kekurangan asupan makanan," papar Prof. Rully.

Karenanya, obat jenis ini sangat dilarang pemakaiannya.

Gampang minum obat

Tak hanya obat untuk pelangsing atau amfetamin saja yang bisa merusak fungsi ginjal. Penggunaan obat pereda nyeri, antibiotika, atau steroid secara terus-menerus dalam jumlah berlebih dalam beberapa bulan dapat menyebabkan sakit ginjal.

Hobi herbal sembarangan

Begitu juga dengan obat maupun suplemen herbal, bikinan dalam negeri maupun impor, ternyata memiliki risiko merusak ginjal. "Kita tidak tahu isi atau kandungannya apa," ucap Prof. Rully.

Sebaiknya kita menolak suplemen dan obat herbal yang manjur dan cespleng karena berarti tidak murni herbal, tetapi ada kandungan kimia obat yang dosisnya tidak terkontrol. Jika harus meminumnya, pilih obat atau suplemen herbal yang telah mendapat izin dari FDA dan BPOM.

Awas pemutih dan cat rambut

Penggunaan pemutih kulit maupun cat rambut ternyata juga dapat menimbulkan dampak negatif pada ginjal. Setidaknya Prof. Rully menjumpai pasien orang muda mengalami kasus gagal ginjal akut akibat hobi mengecat rambutnya. Ia harus melakukan cuci darah.

Diare jangan berlanjut

Kejadian diare yang sampai menimbulkan dehidrasi juga bisa mendorong terjadinya gangguan pada ginjal. Diare atau muntaber memang dapat membuat seseorang mengalami dehidrasi. Akan menjadi fatal, terutama bila cairan yang hilang tersebut tidak segera digantikan. Karena itu, ketika seseorang mengalami diare atau muntaber, diharuskan minum banyak cairan.

Hindari kegemukan

Penelitian di University of California San Francisco (UCSF) menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara kegemukan dengan timbulnya penyakit ginjal tahap akhir atau gagal ginjal. Obesitas meningkatkan risiko gagal ginjal sebanyak tujuh kali ketimbang orang dengan berat normal.

Menurut para peneliti, obesitas sebaiknya dipertimbangkan sebagai faktor risiko bagi kondisi ini, dan bahwa gagal ginjal merupakan konsekuensi lain dari kegemukan.

"Ada banyak orang dengan gagal ginjal, tetapi belum diapresiasi bahwa gagal ginjal dapat merupakan konsekuensi dari obesitas," kata Chi yuan Hsu, MD, asisten profesor s UCSF.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine didasarkan pada data dari 320 ribu anggota Northern California Kaiser yang tinggi dan beratnya diukur selama pemeriksaan rutin antara 1964-1985. Total 1.471 kasus penyakit ginjal tahap akhir terjadi di antara partisipan penelitian, selama rata-rata periode lanjutan sekitar 26 tahun.

Mereka menjumpai bahwa indeks massa tubuh (IMT) lebih tinggi berisiko lebih tinggi pula mengalami gagal ginjal. Dari para responden, 58 persen memiliki berat badan normal dan 39 persen memiliki IMT 25 atau lebih.

Risiko gaga) ginjal di antara partisipan dengan kelebihan berat badan 1,87 kali daripada berat badan normal. Semakin gemuk, dengan IMT 40 atau lebih, risikonya tujuh kali mengalami gagal ginjal.

Bagaimanapun, lebih baik dan lebih sehat jika langsing daripada gendut, bukan?

Sumber: Senior

Nyeri Dada Bisa Akibat Jantung


Pernah merasakan rasa nyeri di dada? Jika iya, Anda perlu berhati-hati. Bisa saja Anda mengidap penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung Bagian Cardiac Centre RS Wahidin Sudirohusodo, dr Bambang Budiono SpJP, FIHA mengungkapkan, ada banyak penyebab nyeri di dada, salah satunya adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Nyeri pada dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri di dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.

Bambang mengungkapkan, ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit itu bertambah parah. Keluhan yang perlu diwaspadai seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak.

"Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah," ungkapnya. Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, kemudian dari dada bawah di ulu hati disertai daerah punggung di antara kedua belikat.

Untuk itu, disarankan segera melakukan diagnosis dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua, serta jenis kelamin. "Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari," tambahnya.

Menurut Bambang, ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup dengan dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.

Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah.

Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.

Sumber: Fajar.co.id

Tips Memilih Air Minum Kemasan


ANDA masih ingat dengan pemberitaan air minum dalam kemasan beberapa waktu lalu? Seorang anak laki-laki di daerah Sukabumi, Jawa Barat, langsung mual-mual setelah meminum salah satu produk air minum dalam kemasan dari salah satu produsen ternama di negeri ini. Bahkan bukan hanya anak itu saja, melainkan orang lain di sekitarnya pun merasakan hal yang sama. Pada intinya kami bukan mengajak Anda untuk melihat betapa sedihnya keluarga yang mengalami keracunan tersebut. Tapi lebih kepada keinginan untuk menyadarkan Anda bahwa betapa sedihnya jika kita masih harus disusahkan dengan persoalan kebutuhan hidup yang sangat mendasar ini.

Air sebagai kebutuhan sudah digunakan oleh manusia sejak zaman dahulu. Disebut-sebut peradaban Mesopotamia yang menjadi awal perabadan dimana air menjadi kebutuhan dasar manusia. Terbukti letaknya yang berada di antara sungai Trigis dan Euphrats kala itu. Sampai sekarang manusia sangat tergantung dengan anugrah Tuhan yang satu ini dan belum diketahui akankah ada pengganti air dimasa depan.

Sifat air yang mudah melarutkan, membuat air mempunyai kandungan atau komposisi yang beragam. Tak jarang justru komposisi tersebut membuat kualitas air menjadi sangat buruk. Hal ini yang dilirik para pengusaha untuk membuat perusahaan untuk membuat perusahaan yang bergerak dibidang air bersih terutama air bersih layak konsumsi. Saat ini lebih popular dengan istilah air minum dalam kemasan. Semakin ke sini perusahaan air minum semakin menjamur. Meski sudah ada standar untuk kualitas air minum, tapi apakah sudah menjamin produk yang dihasilkan aman bagi Anda? Jika ya, mengapa masih saja ada kasus keracunan akibat air minum dalam kemasan. Itu artinya air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran saat ini, tidak semuanya memiliki kualitas baik dan layak minum. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda bersikap hati-hati atau waspada jika ingin mengonsumsi air minum dalam kemasan. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?

Berikut beberapa tip yang mungkin berguna untuk Anda saat membeli produk air minum dalam kemasan, antara lain:

Memilih Distributor

Penyebaran produk air minum dalam kemasan biasanya dilakukan oleh produsen melalui distributor atau yang biasa disebut agen. Jalur penyebaran produk dengan melibatkan banyak pihak seperti ini kerap memunculkan beberapa tindak kecurangan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk menghindari kecurangan, kenali agen yang menjual produk tersebut. Pastikan Anda tidak menemui kecurangan yang dilakukan oleh agen, misalnya mengurangi isi, menambahkan isi, atau bahkan mengganti isinya. Kalau perlu tanyalah pada agen Anda siapakah suplier dari agen tersebut. Jelas atau tidak? Apakah supliernya tetap atau gonta-ganti?

Penampilan Fisik


Sebelum membeli, cobalah perhatikan dengan seksama penampilan fisik air minum dalam kemasan tersebut. Kualitas air yang baik adalah tidak berwarna. Kemudian tidak ada benda asing di dalamnya. Yang tak kalah penting, perhatikan apakah ada lendir dalam air minum tersebut. Lendir dinilai penting karena dengan adanya lendir mengindikasikan air tersebut telah tercemar.

Label Jelas


Produk air minum dalam kemasan yang baik selalu disertai dengan label yang jelas. Biasanya produsen akan mencantumkan unsur-unsur yang terkandung dalam air. Contohnya pH air, kandungan mineral serta unsur-unsur lainnya. Air minum dalam kemasan yang baik juga akan mencantumkan alamat produsen, depot isi ulang, proses yang dipakai untuk sterilisasi, serta petunjuk penyimpanan.

Segel Tidak Rusak


Selain label, pastikan juga segel dalam kondisi yang masih utuh. Biasanya segel diletakkan pada paling luar pada bagian tutupnya. Perhatikan tulisan yang terletak pada segel. Ini sangat variatif pada setiap produsen air minum dalam kemasan. Tapi biasanya pada segel akan tertera tanggal produksi, nama perusahaan, standar SNI, sertifikasi Badan POM, dan tanda untuk membuka segel.

Bebas Pengawet

Akan lebih baik lagi jika air minum dalam kemasan yang Anda konsumsi tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna, dan gula buatan. Sehingga selain dapat menghilangkan dahaga, produk tersebut juga baik untuk kesehatan tentunya.

 
Sumber: Okezone
 

IKYNERS Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa